Pertandingan Chelsea dengan Barcelona yang akan datang akan siap menyajikan satu momen unik. Satu orang pemain The Blues, Estevao, diprediksi akan menggunakan kesempatan ini untuk menjadi momen menunjukkan tajinya. Sudah lama diketahui kalau pemain The Blues ini sedang mencari kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya yang dia percayai berada di level yang sama dengan pemain legendaris kebangsaan Perancis, Kylian Mbappe. Pertandingan ini memiliki arti khusus karena akan diselenggarakan di kompetisi kasta tertinggi Eropa, UCL.
Peluang bagi Estevao
Pemain berbakat asal Chelsea, Estevao, mendapatkan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya kepada publik asal Eropa. Pemain yang sudah cukup dikenal di tengah penggemar THe Blues ini akan menggunakan kesempatan ini saat mereka menyambut Barcelona di hari Selasa yang akan datang. Kedua tim ini dijadwalkan akan saling bertempur dalam fase liga kompeetisi Liga Champions yang akan diselenggarakan di Stamford Bridge. Khusus bagi pemain The Blues tadi, kesempatan ini akan digunakannya sebagai panggung untuk menunjukkan kemampuannya yang dianggapnya setara dengan pemain bintang kebangsaan Perancis, Kylian Mbappe.
Pemain The Blues tadi memang tidak salah. Ada harapan besar yang digantungkan di pundaknya. Sebagai pemain, ia mulai mendapat sorotan setelah berhasil menampilkan permainan menjanjikan bagi tim nasional Brasil beberapa waktu yang lalu. Tapi mantan pemain asal Palmeiras ini rupanya tidak mendapat kesempatan yang sama di The Blues. Ia justru hanya ditempatkan di bangku pemain cadangan ketika The Blues menyambut Burnley pada hari Sabtu yang lalu. Untungnya, taktik Enzo Maresca masih berhasil membuat mereka menang dari lawan di EPL ini. Skor 2-0 membuat mereka berhasil membawa pulang 3 poin penuh dari pertandingan ini.
Tak Dimainkan Chelsea
Enzo Maresca lebih memilih untuk menugaskan 2 orang pemain lain untuk pertandingan ini. Pedro Neto dan Jamie Bynoe-Gittens menjadi andalan pelatih The Blues ini. Memang strategi ini terbukti efektif. Keduanya menjadi otak di balik dua gol mereka di pertandingan ini. Bahkan Pedro Neto secara khusus telribat langsung dalam 5 gol dalam 5 pertandingan terkininya di Liga Primer Inggris. edangkan dia hanya terlibat dalam 1 gol dalam 7 pertandingan pertamanya di musim ini.
Pemain kelahiran Portugal ini juga sempat mendapat cibiran dari penonton ketika mereka berkunjung ke Barcelona. Sementara Alejandro Garnacho sedang berharap untuk bisa mendapat kesempatan bertanding di sisi kirii saat melawan Gittens. Meski demikian, Estevao mendapat lebih banyak dukungan publik untuk ditempatkan dalam skuad utama mereka. Namanya menjadi prioritas banyak orang karena yang mereka lawan kali ini bukan sosok sembarangan. Mereka membutuhkan pemain dengan kemampuan yang sudah teruji untuk bisa melawan juara bertahan dari kompetisi La Liga ini. Bagi merkea, sosok Estevao menjadi lebih tepat karena tercatat berhasil mencetak gol dalam 2 pertandingan pertamanya di UCL. Momen ini tejradi ketika mereka bertanding melawan Ajax Amsterdam serta Qarabag di musim ini.
Estevao Siap Saingi Kylian Mbappe
Seandainya saja kesempatan ini memang menyapanya, maka momen ini harus digunakannya dengan baik. SEandainya pemain berusia 18 tahun ini benar-benar diberikan kesempatan untuk bermain, dia bisa menggunakan momen ini untuk mencetak gol ke gawang skuad Hansi Flick pada hari Selasa malam yang akan datang waktu setempat. Jika berhasil dieksekusinya dengan baik, dia akan menjadi pemain termuda kedua di sepanjang sejarah yang berhasil mencetak gol dalam 3 pertandingan pertama di Liga Champions dalam satu musim.
Masih ada rekor lagi yang menanti pemain muda asal Brasil ini. Pemain kelahiran Amerika Selatan ini bisa saja mencetak rekor ini saat dirinya masih berusia 8 tahun dan 215 hari. Usianya ini hanya terpaut 102 hari lebih tua daripada Kylian Mbappe. Pemain kelahiran Perancis ini sebelumnya mencetak rekor yang sama saat masih tergabung dengan AS Monaco pada musim 2016/17 yang lalu.
Pada tahun ini, perhatian publik berhasil terarah kepada Mbappe muda. Pemain kebanggaan Real Madrdi ini berhasil mencetak gol dalam 4 pertandingan pertamanya di kompetisi ini. Dua gol dicetaknya saat mereka melawan Manchester City, sementara sisanya saat mereka bertanding melawan Borussia Dortmund. Sementara kesempatan ketiganya terwujud ketika dirinya baru berusia 18 tahun dan 113 hari.
Mbappe yang masih berusia remaja waktu itu berhasil menjadi salah satu kekuatan yang melesatkan AS Monaco hingga fase semifinal pada kompetisi yang sama. Meski demikian, skuad Enzo Maresca saat ini berada pada jalur yan tepat untuk mencapai babak gugur. Mereka saat ini menempati peringkat 12 di klasemen turnamen ECL setelah 4 pertandingan yang mereka jalani. Meski demikian, jumlah pertandingan yang cukup banyak ini masih belum bisa memberikan mereka jumla poin yang cukup. The Blues sampai sekarang hanya bisa mengoleksi 7 poin dari maksimal 12 poin yang bisa mereka raih.
Hanya saja, The Blues hanya terpaut 1 peringkat dari lawan mereka berikutnya, Barcelona. Selisih ini terjadi saat mereka sudah mencapai titik pertengahan fase liga. Seperti The Blues, La Blaugrana juga hanya bisa menang 2 kali, seri 1 kali, dan kalah 1 kali dari 4 pertandingan mereka di kompetisi elite asal Eropa ini. Jumlah ini menjadi PR tersendiri bagi Hansi Flick yang sedang berjuang untuk menempatkan kembali Barcelona sebagai klub legendaris.
Barcelona dikenal sebagai tim dengan kemampuan bermain dengan tempo tinggi dan ofensif yang cukup kuat. Tendensi ini berkembang signifikan sejak Flick mendapatkan penugasan sebagai pelatih mereka. Dengan pola bermain seperti ini, mereka berhasil mencetak 12 gol di kompetisi sekarang. Jumlah ini menjadi yang ketiga terbanyak setelah PSG dan Bayern Munich dengan masing-masing 14 gol dan Borussia Dortmund di peringkat 2 dengan 13 gol.
Di sisi lain, raksasa asal Catalan Spanyol ini juga kebobolan sebanyak 7 gol. Jumlah ini tidak bisa dianggap remeh karena menjadi yang terbanyak dari tim yang berada di 13 peringkat teratas klasemen. Risiko besar masih menanti tim ini karena taktik mereka sudah terlalu sering berhasil diatasi oleh lawan-lawan mereka. Di samping itu, tim-tim asal Inggris juga telah memenangkan 9 dari 10 peratndingan terakhir mereka di Liga Champions ketika berurusan dengan tim asal La Liga. Satu-satunya anomali di luar kebiasaan ini adalah ketika Barcelona menang dengan skor 2-1 atas Newcastle United. Peristiwa ini terjadi pada bulan September yang lalu. Lebih lanjut, Chelsea akan menghadapi pertandingan pad ahari Selasa yang akan datang dengan 4 pertandingan tanpa kalah saat melawan Barcelona di Stamford Bridge. Sedangkan satu-satunya kemenangan juara bertahan La Liga ini sampai sekarang adalah saat mereka menang tipis 2-1 di bulan Februari 2006, sebuah waktu yang sudah cukup lama.
