Erling Haaland Siap Cetak Rekor di UCL

Erling Haaland dikenal sebagai seorang pemain dengan kemampuan yang luar biasa. Sejak pertama kali memilih Manchester City sebagai tempat bermainnya, pemain ini berhasil melesatkan namanya menjadi salah satu pencetak gol yang sangat diandalkan Pep Guardiola dalam banyak pertandingan mereka. Serangannya seolah tidak terbendung, membuat lawan-lawan mereka gemetar ketika harus menghadapinya di tengah lapangan. Serangan ini terus berlanjut sampai sekarang. Pemain Manchester City ini sekarang bahkan siap untuk mencetak satu rekor lagi di UCL tanpa harus bermain sama sekali. Peluang ini muncul saat mereka akan bertanding melawan Bayer Leverkusen nanti.

Rekor Baru untuk Erling Haaland

Pemain andalan Pep Guardola, Erling Haaland, bersiap untuk mencetak satu lagi rekor barunya di Liga Champions. Dia bersiap untuk mencetak rekor baru di UCL tapi kali ini tak perlu untuk menendang bola. Rekor baru ini bisa saja lahir pada hari Selasa waktu setempat ketika mereka melanjutkan pertarungan di kompetisi elite Eropa ini. Lawan mereka pada pertandingan ini adalah Bayer Leverkusen yang akan datang ke markas mereka di Stadion Etihad.

Pemain kelahiran Norwegia ini serta seluruh rekan setimnya punya tugas besar. Dalam pertandingan ini, penggemar menantikan mereka untuk memperbaiki beberapa kesalahan yang terjadi di fase liga turnamen ini. Penggemar menanti mereka untuk bisa menghadirkan perubahan berarti setelah kekalahan mereka dari Newcastle United di akhir minggu lalu. Dalam pertandingan di EPL ini, mereka hanya bisa mencetak gol tunggal. Tapi jumlah ini masih di bawah lawannya yang berhasil mencetak 2 gol. Akibatnya, mereka harus merelakan 3 poin yang seharusnya bisa dibawa pulang dari pertandingan ini.

Pukulan bagi Erling Haaland

Kekalahan yang mereka telan ini semakin membuat Erling Haaland terpukul. Dia terpantau hanya berdiri terdiam mematung di depan gawang mereka. Kejadian ini menjadi yang ketiga kalinya di semua kompetisi yang mereka jalani di musim ini. Sebelumnya, dia juga gagal untuk mencetak gol dalam 2 pertandingan mereka sebelumnya. Saat bertanding melawan Tottenham Hotspur dan Aston Villa, pemain kebanggaan Pep Guardiola ini gagal mencetak gol, keduanya dalam pertandingan di Liga Primer.

Meski demikian, pemain berusia 25 tahun ini masih terbilang cukup berhasil. Ia masih bisa mencetak gol dalam setiap kejuaraan Eropa hingga saat ini di musim berjalan., Dia berhasil mencetak 5 gol dalam 4 pertandingan mereka. Lawan mereka dari Napoli, Monaco, Villarreal, dan Borussia Dortmund menjadi saksi hidup dari serangannya yang brutal. Terlepas dari kehadiran Omar Marmoush, pemain asal Norwegia ini diprediksi masih akan diberikan tugas penting dari Pep Guardiola. Dia akan masih tetap menempati blaris depan dalam pertandingan mereka berikutnya melawan Bayer Leverkusen. Dalam pertandingan ini, dia siap menulis babak baru dalam sejarah mereka di Liga Champions. Rekor baru akan tercipta dalam pertandingan ini, seandainya saja dia tampil sebagai bagian dari skuad utama Pep Guardiola.

Sebuah Rekor Baru Menanti

SEpanjang Erling Haaland berhasil mendapatkan namanya dalam daftar skuad utam amereka di hari Selasa malam waktu setempat, striker ini akan memecahkan rekor baru. Dia akan menjadi pemegang rekor baru untuk jumlah gol terbanyak bagi seorang pemain dalam 50 pertandingan pertama di Liga Champions. Sebelumnay, pemain Manchester City ini sudah mencetak 50 gol dalam 49 pertandingan pertamanya di kompetisi ini. Jumlah ini masih terus bertahan sampai sekarang. Dengan pencapaian ini, dia tidka perlu untuk menyentuh bola atau bermain lebih dari 1 menit untuk mencetak reor baru ini. Dia hanya perlu untuk ditempatkan sebagai pemain mereka dari menit pertama pertandingan.

Pemain berdarah Skandinavia ini juga berhasil menetak gol empat kali dalam tiga tugasnya sebagai pemain pengganti di UCL. Jumlah ini membuatnya berhasil mengumpulkan 54 gol dalam 52 pertandingan tingkat kompetisi bagi 3 tim yang dia bela, Borussia Dortmund, RB Salzburg, dan terakhir Manchester City.

Pemain Pep Guardiola ini sekarang menempati peringkat 9 dalam daftar pemain dengan jumlah gol terbanyak di sejarah Liga Champions. Dia hanya membutuhkan 2 gol tambahan untuk berada di level yang sama dengan Ruud van Nistelrooy yang berhasil mengumpulkan 56 gol. Dia juga masih butuh 3 gol tambahan dari sekarang untuk bisa menandingi Thomas Muller yang berhasil melahirkan 57 gol bagi Bayern Munich.

Berdasarkan statistik yang kami dapatkan, pemain Manchester City behrasil encetak 1,03 gol secara rata-rata dalam satu pertandignan di UCL. Tapi dia juga harus mencapai 145 pertandingan di kompetisi ini untuk bisa menandingi rekor 140 pertandingan yang dipegang oleh Cristiano Ronaldo. Sementara untuk jumlah gol, dia harus membutuhkan 133 pertandingan untuk mencapai 129 gol yang dicetak oleh Lionel Messi. Meski demikian, pemain yang masih berusia 25 tahun ini hanya menjadi pencetak gol aktif ketiga terbanyak di sepanjang sejarah ini. Dia masih berada di bawah Kylian Mbappe dengan 60 gol dalam 91 pertandingan dan Robert Lewandowski dengan 105 gol dalam 136 pertandingan.

Di samping perjuangan Erling Haaland untuk mencetak rekor, Pep Guardiola sedang bersiap untuk masuk dalam jajaran eksklusif pelatih. Rekor ini menantinya menjelang hari Selasa yang akan datang ketika mereka bertanding melawan Bayer Leverkusen. Ada banyak prestasi yang berhasil dicapainya sebelum pertandingan ke-1000 ini. Tapi ia akan siap untuk mencapai babak baru dalam perjalanan karirnya. Ia akan menjalankan tugas untuk pertandingan ke-100 mereka di LIga Champions. Guardiola dengan ini aan menjadi pelatih kepala ketiga di sepanjang sejarah yang pernah mengarahkan timnya menjalani 100 pertandingan di kejuaraan Eropa atau UCL dengan tim asal Inggris. Hanya ada Sir Alex Ferguson dengan 190 pertandingan bersama Manchester United dan Arsene Wenger dengan 177 pertandingan bersama Arsenal. Mantan pelatih Barcelona dan bayern Munich ini juga telah menjalani 183 pertandingan di kompetisi ini secara total. Jumlah ini hanya lebih sedikit dari Sir Alex Ferguson dan Carlo Ancelotti dengan 218 gol.