Manchester United Setelah Pemecatan Amorim

Manchester United mengambil langkah besar dalma beberapa waktu yang lalu. Tim ini akhirnya memilih untuk mendengarkan masukan dari penggemar sampai pemain mereka. Setelah sempat diklaim memberi dukungan kepada Ruben Amorim, tim ini akhirnya mengambil keputusan besar dengan menghentikan pelatih berdarah Portugal ini dari tengah-tengah mereka. Beberapa orang beranggapan kalau langkah ini adalah tindakan tepat yang sudah ditunggu sejak lama. Sementara beberapa orang mengkritik tindakan ini karena dilakukan di momen ketika tim ini sudah berhasil menempati salah satu dari peringkat 6 teratas di Liga Primer Inggris. Terlepas dari kontroversi yang ada, Setan Merah sekarang dihadapkan pada satu tugas penting yang harus mereka selesaikan. Ketika tim rekrutmen mereka sedang ditugaskan untuk mencari pemain baru di bulan Januari ini, mereka yang berada di jajaran tinggi harus mencari pria yang tepat untuk mengisi kekosongan tugas penting ini.

Manchester United dalam Pencarian

Tim asal Old Trafford sekarang sedang dihadapkan pada tugas yang sangat berat. Setelah mengambil keputusan besar dengan memberhentikan Ruben Amorim dari kursi pelatih beberapa hari yang lalu, tim sepakbola ini harus dihadapkan pada tugas berat untuk mencari pria yang tepat untuk meneruskan perannya di tim ini. Sayangm mereka mengambil keputusan ini diwaktu yang dianggap banyak orang kurang tepat. Keputusan yang diambil di bulan Januari ini membuat mereka terpaksa harus melakukan dua hal sekaligus. Tim ini harus menggunakan bulan ini untuk mendapatkan pemain yang mereka harapkan bisa membantu perjuangan tim ini. Sumber daya tim dipastikan akan cukup terkuras untuk menyelesaikan tugas ini. Tapi di waktu bersamaan, mereka mau tidak mau harus menyediakan waktu dan tenaga untuk bisa menemukan pria yang tepat untuk menjadi pengganti dari Ruben Amorim.

Perjalanan pelatih asal Portugal ini terbilang cukup singkat bersama mereka. Hanya 14 bulan berjalan sejak dirinya mereka rekrut dari Sporting Lisbon untuk menjadi pelatih mereka. Sejak hari pertama dirinya dipanggil untuk menjadi pelatih mereka, penggemar memang harus menunggu kurang lebih setahun sebelum mereka bisa mendapatkan hasil. Setelah menunggu lama, tim ini sempat berhasil memetik hasil emas. Ada beberapa pertandingan yang mereka akhiri dengan membawa pulang 3 poin. Tapi rupanya direksi Setan Merah masih belum puas. Hasil imbang yang mereka dapatkan saat melawan Leeds United terbukti menjadi hari terakhir pelatih ini bertugas bersama mereka.

Tugas Berat bagi Direksi Manchester United

Ruben Amorim meninggalkan tim ini dengan catatan yang sangat buruk. Statistiknya sebagai pelatih menunjukkan tim ini mencatatkan tingkat kemenangan terendah dari pelatih permanen mereka di sepanjang sejarah. Ruben Amorim hanya bisa mempersembahkan 31,9% persentase kemenangan sejak hari pertamanya bersama mereka di Liga Primer Inggris.

Manchester United sebenarnya masih punya peluang. Taktik yang mereka kerahkan mulai berbuah hasil. Tim ini sekarang berada di peringkat 6 klasemen Liga Primer Inggris. Tapi hasil ini tak cukup untuk meyakinkan petinggi mereka untuk memberi kesempatan lebih lama bagi mantan pelatih Sporting Lisbon ini untuk menunjukkan kemampuannya. Mereka justru memilih untuk mencari sosok lain. Secara spesifik, mereka sedang mengincar sosok pelatih yang bisa memberikan kemampuan taktis yang stabil dan visi yang lebih jelas tentang masa depan mereka. Dewan direksi mereka saat ini sedang mempertimbangkan beberapa nama. Sambil berjalan, mereka menugaskan Darren Fletcher untuk menjalankan tugas sebagai pelatih interim. Tugas ini akan terus diembannya sampai mereka menemukan pelatih permanen yang baru.

Incar Pelatih dari Klub Lain

Menurut kabar yang berhembus kencang di berbagai media belakangan, Fulham menjadi tim yang akan didekati oleh Manchester United. Sepertinya, petinggi di Old Trafford memandang pelatih mereka, Marco Silva, memiliki kapabilitas dan pengalaman yang tepat untuk membangun tim ini sesuai dengan visi misi jangka panjang yang mereka tetapkan. Pelatih berusia 48 tahun ini menjadi perhatian ketika dirinya tidak memberi tanggapan atas langkah yang dilakukan Fulham untuk memperpanjang kontrak mereka sampai 3,5 tahun yang akan datang. Penawaran ini padahal sudah mereka ajukan sejak bulan November yang lalu, tapi sampai sekarang belum berbuah tanggapan dari pelatihnya.

Seandainya saja situasi ini masih belum berubah, Marco Silva dipastikan sedang menjalani bulan-bulan terakhirnya bersama Fulham. Kalau statusnya seperti ini terus bertahan, pelatih Fulham ini akan kehilangan klub untuk bekerja dan otomatis menyandang status bebas transfer. Pengatur taktik dari Portugal ini sempat dirumorkan menjadi salah satu kandidat yang diincar Old Trafford. Tapi mereka akhirnya memutuskan untuk lebih mengutamakan Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal ini yang kemudian menjadi penerus dari Erik ten Hag yang mereka berhentikan di tahun 2024 yang lalu. Dengan kondisi mereka sekarang, petinggi Fulham dipahami akan memperlakukan situasi ini dengan seksama. Tim khusus yang diutus Setan Merah akan mereka hadapi dengan prioritas untuk tetap bisa mempertahankan pelatih ini di markas mereka.

Pencairan potensial dari Marco Silva terjadi setelah Ruben Amorim diberhentikan oleh Manchester United. Para atasannya di Old Trafford akhirnya mengambil keputusan ini setelah mereka tidak bisa memenuhi permintaan Ruben Amorim yang meminta kendali lebih banyak atas kebijakan transfer pemain mereka. Marco Silva sebenarnay mengutarakan komitmen yang serupa atas proyek ini. Dia langsung di awal meminta perhatian dari klub tentang porsi dan peran yang dia akan miliki tentang pemain yang akan mereka datangkan serta lepaskan.

Fulham memang diprediksi tidak akan mau melepaskannya begitu saja. Mereka sudah menikmati periode yang cukup produktif di bawah arahannya. Tapi pelatiih ini belakangan cukup kritis atas aktivitas mereka di bursa yang lalu, khususnya tentang uang 34,6 juta poundsterling yang mereka keluarkan untuk mendapatkan Kevin, seorang striker asal Brasil. Sekarang petinggi di Old Trafford harus memutuskan jika mereka bersedia untuk memenuhi permintaan kandidat pelatih baru mereka ini. Keputusan ini akan dinantikan banyak orang karena ketika diminta oleh Ruben Amorim, mereka langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan kerjasama mereka. Jika mempertimbangkan kegagalan dari mantan pelatihnya ini, direksi mereka bisa saja memprioritaskan pelatih yang memiliki rekam jejak terbukti di EPL dan kemampuan untuk mengelola pemain yang mereka miliki sekarang.