Kai Havertz Siap Dukung Permainan Arsenal

Arsenal sedang berjuang untuk bisa menyelesaikan musim ini dengan baik. Perjuangan yang mereka lakukan di beberapa bulan pertama sejak musim dimulai sudah membeirkan hasil yang cukup baik. Setelah sempat beberapa bulan hanya bisa mengintai Liverpool, sekarang The Gunners berhasil membalikkan posisi. Mereka berhasil menempati peringkat puncak, dibantu strategi yang berhasil diracik dengan matang dan pemain dengan kemampuan stellar. Tim ini bahkan berhasil memperbesar jarak selisih poin dari rival terbesar mereka di EPL, Manchester City. Tapi perjuangan mereka belum selesai. Masih ada beberapa bulan dan pertandingan lagi sebelum status mereka sebagai juara benar-benar bisa dipastikan. Tapi setidaknya baig MIkel Arteta, harapan ini masih ada. Beberapa pemain yang sempat absen di awal musim sekarang mulai kembali, siap mewujudkan rencana Mikel Arteta, seperti Kai Havertz.

Kai Havertz Kembali

Mikel Arteta mengambil keputusan besar untuk pertandingan mereka. Kai Havertz diputuskan untuk menjadi bala bantuannya untuk pertandingan di hari Minggu nanti. Tim ini akan bertarung di kompetisi Piala FA dengan lawan Portsmouth. Sementara pemain Arsenal yang lain, Viktor Gyokeres, mungkin belum akan bisa tampil dalam pertandingan ini. Sebagai gantinya, The Gunners mungkin akan menerjunkan Gabriel Jesus.

Perjuangan Mikel Arteta untuk bisa mendapatkan hasil di Piala FA akan dimulaid ari pertandingan ini. Mereka tak mau hanya tampil sebagai tamu biasa di Fratton Park. Tapi Mikel Arteta berharap untuk bisa mendapatkan hasil tinggi yang mereka tetapkan dari awal. Skuad terbaik langsung disusun dari awal. Mikel Arteta tak mau kehilangan momen dan menganggap remeh lawan mereka untuk pertandingan ini. Trio pemain andalannya, Gabriel Jesus, Noni Madueke, sampai Eberechi Eze menjadi ujung tombak mereka dalam pertandingan ini.

Viktor Gyokeres dan Arsenal

Gabriel Jesus menjadi nama yang disorot dalam skuad ini. Mikel Arteta memilihnya untuk menggantikan striker mereka, Viktor Gyokeres. Keputusan ini diharap bisa menjawab pertanyaan penggemar tentang status pemain ini. Viktor Gyokeres di awal diharap bisa menjadi mesin pencetak gol untu tim ini. Tapi harapan ini gagal dijawabnya ketika mereka bertanding melawan Liverpool di hari Kamis yang lalu. Dari pemain ini mereka gagal untuk mendapatkan satu gol saja. Masalah ini semakin menambah panjang PR yang harus dihadapi oleh MIkel Arteta. Sudah ada 7 pertandingan sejauh ini di EPL yang gagal menambah jumlah gol mereka dari pemain ini.

Viktor Gyokeres sebenarnay sudah berhasil mencetak 1 gol dari luar kotak penalti dalam 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Tapi penggemar masih merasa belum puas. Daripada harus bergantung pada risiko dengan pemain ini, mereka menekan Mikel Arteta untuk menggunakan antara Gabriel Jesus atau Kai HavertzDua pemain ini dianggap akan lebih bisa membantu mereka dalam menghadapi pertandingan dengan tingkat urgensi yang lebih tinggi, yang membutuhkan kemampuan striker yang bisa mereka andalkan.

Permainan buruk dari pemain kelahiran Swedia ini sudah menjadi perhatian dari banyak pengamat. Beberapa media dari benua biru menganggap kalau permaina dari striker ini masih belum cukup untuk bisa diandingkan dengan semua striker lain di EPL. Jika semua striker ditempatkan dalam satu peringkat berisi mereka yang sudah bermain setidaknya 500 menit di EPL, pemain Arsenal ini jelas tidak termasuk dalam peringkat teratas.

Kai Havertz Bisa Jadi Solusi untuk Masalah Viktor Gyokeres

Menurut tabel ini, setidaknya ada 33 striker yang berasal dari klub berbeda yang sudah mencapai 500 menit pertandingan atau lebih di musim ini. Sayangnya, dari puluhan pemain ini, Viktor Gyokeres tidak bisa lebih tinggi dari peringkat terbawah jika berurusan dengan persentase kehilangan bola. Dia juga menjadi pemain yang berada di peringkat terbawah ketiga untuk umpan yang berhasil dislesaikan.

Arsenal punya pekerjaan lain yang tidak kalah penting. The Gunners sudah berulang kali terlihat berjuang untuk meningkatkan kemampuan mencetak gol mereka. Pos bagian tengah menjadi yang paling menuntut perhatian besar. Pemain di bagian depan yang seharusnya bisa menciptakan ruang dan mencetak gol rupanya gagal menjalankan tugas mereka dengan baik. Sebagai gantinya, mereka terlalu sering harus bergantung pada bagian gelandang untuk bisa mencetak gol. Pemain erusia 27 tahun ini juga sering terlihat kesulitan ketika harus melawan bek lawan yang punya kemampuan mengunci lawan yang kuat. Peringkatnya yang hanya bertahan di posisi 30 untuk duel yang berhasil dengan lawan jela menunjukkan kemampuannya yang buruk. Memang, masih ada yang bisa dibanggakan dengan pemain ini. Pemain Arsenal ini menempati peringkat 4 dari semua striker ini untuk umpan yang berhasil diterima di area kotak penalti. Tapi kegagalannya untuk bisa mengubah umpan tersebut menjadi serangan yang efektif mungkin menjelaskan tingkat golnya yang sangat minim.

Beberapa pengamat sebenarnya sudah cukup sering mengkritik Mikel Arteta yang dianggap gagal untuk bisa memaksimalkan daya tempur mereka. Tim ini bukannya kekurangan pemain striker yang mematikan. Tapi strategi yang mereka gunakan sekarang, termasuk untuk menjaga kondisi pemain, membuat tim ini harus terus berhadapan dengan masalah gol yang tak banyak berubah. Mereka bisa jadi berada di puncak klasemen EPL, tapi bagian depan mereka yang tumpul akan memaksa tim ini untuk lebih sering bermain bertahan dan bukan mencetak gol.

Gyokeres dan Leandro Trossard sekarang masih mempertahankan posisi mereka sebagai pencetak gol terbanyak bagi tim ini di EPL untuk musim ini dengan masing-masing 5 gol. Sedangkan pemain yang lain, Bukayo Saka, hanay bisa menempati peringkat ketiga dengan 4 gol. Satu dari empat gol ini didapatkannya langsung dari kotak penalti., Sedangkan Eberechi Eze masih gagal mencetak gol dalam 15 pertandingannya di EPL. Tapi banyak penggemar berspekulasi kalau mungkin ini ada kaitannya dengan keputusan Mikel Arteta untuk mengerahkannya di bagian gelandang, posisi yang sebenarnya tidak terlalu familiar dengannya. Pelatih Arsenal ini memang tidak bisa diminta untuk bertanggung jawab penuh untuk kondisi yang merkea alami sekarang. Pemain mereka tidak sebanyak tim lain, apalagi dengan jadwal yang sangat ketat. Tapi dengan prestasi mereka sekarang yang masih bisa bertahan di peringkat atas, akan tidak adil kalau menyebut pelatih ini tidak mengusahakan upaya terbaik untuk mereka.