Bulan Januari tidak hanya menjadi bulan pertama di setiap tahun yang dinantikan oleh semua tim sepakbola dari Eropa. Tapi bulan yang sama juga sudah lama dikenal sebagai bulan penuh kejutan. Ketika hari pertama dibuka untuk melakukan transfer, tidak semua pelatih bisa menjamin kalau pemain yang mereka andalkan akan sama memilih untuk terus bekerja dengan mereka. Ada banyak kejadian ketika pemain elite justru menggunakan momen ini untuk meninggalkan pelatih mereka dan mencari pengalaman di tempat lain. Sekarang, Thomas Frank dari Tottenham Hotspur yang harus merasakan ketidakpastian ini. Ada satu pemain yang menjadi andalannya sejak lama. Tapi sekarang, dia tidak bisa menjamin kalau pemain ini, Micky van de Ven, akan tetap memilih untuk bersama mereka.
Micky van de Ven Galau di Spurs
Bek asal Spurs, Micky van de Ven, masih mengambil waktu untuk membuat keputusan. Sampai berita ini kami berikan, belum ada kesepakatan dari pemain ini untuk membubuhkan tanda tangannya dari penawaran kontrak baru yang diberikan Tottenham Hotspur. Banyak orang berspekulasi tentang alasan di balik ini. Beberapa sumbe rmengklaim kalau alasan sebenarnya mungkin terkait dengan frustasi yang dialaminya di tengah mereka.
Galaunya pemain ini menjadi masalah baru yang harus dihadapi oleh Thomas Frank. Padahal mereka saat ini masih harus menghadapi banyak pertandingan penting. TIm ini harus berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang mereka butuhkan setelah kalah di hari Sabtu yang lalu. Waktu itu, mereka bertanding melawan Aston Villa di depan penggemar yang hadir di markas sendiri. Spurs memang sempat mencetak satu gol dalam pertandingan ini. Tapi dua gol yang merobek gawang mereka membuat tim ini harus puas menyerahkan 3 poin dari pertandingan ini ke lawan mereka.
Thomas Frank dalam Tekanan
Kompetisi ini sekarang menjadi saut-satunya harapan bagi tim asal ibukota Inggris ini untuk menang juara turnamen. Kompetisi ini menjadi yang satu-satunya tersisa untuk bisa mereka menangkan setelah posisi mereka di Liga Primer Inggris terlalu jauh untuk bisa terwujud. Tim ini memang sampai sekarang masih terus melanjutkan langkah mereka di Liga Champions. Tapi dengan lawan-lawan yang jauh lebih berat, tim ini jelas sangat kesulitan untuk bisa menorehkan taji mereka dalam turnamen ini. Daripada harus mengerahkan upaya mereka untuk berjuang di turnamen yang sulit untuk mereka menangkan, Thomas Frank akan lebih mengusahakan tenaga mereka di turnamen yang kansnya bisa mereka menangkan masih lebih besar.
Perjalanan berat dan sulit memang sudah ada di mata pelatih Tottenham Hotspur. Thomas Frank sedang berada dalam tekanan kuat dari publik untuk tugasnyva sekarang. Statusnya sebagai pelatih mereka bisa saja harus dilepaskannya jika tim ini masih gagal meningkatkan peringkat mereka di klaemen saat ini. Dengan peringkat 14 yang mereka huni di klasemen sementara, banyak penggemar mereka yang khawwatir kalau tim ini sedang berjalan menuju kondisi yang jauh lebih buruk dari yang mereka dapatkan di musim lalu. Tapi bukan penggemar saja yang khawatir dengan kondisi yang dihadapi Spurs saat ini. Pemain mereka juga dihadapkan pada kekhawatiran yang sama. Ada banyak penggemar yang cukup khawatir kalau situasi ini tidak berubah, ada semakin banyak pemain yang akan merasa tidak puas dengan pelatih mereka. Tanpa perubahan signifikan, Spurs bisa saja harus berhadapan dengan masalah lain yang lebih besar. Mereka bisa kehilangan pemain yang sebenarnya sampai sekarang membantu emreka untuk mencapai titik seperti sekarang.
Nama Micky van de Ven menarik perhatian penggemar. Media melaporkan kalau Tottenham sebenarnya sudah mengambil langkah untuk memperbarui kontrak pemain ini. Tapi sampai sekarang upaya ini masih terganjal. Setelah mendapatkan penawaran ini, belum ada langkah konkret yang dia lakukan untuk menganggapi penawaran ini. Sumber yang dekat dengan pemain ini menyebutkan kalau sepertinya dia masih belum cukup yakin kalau timnay sekarang cukup berambisi untuk bisa menang dalam kejuarana yang mereka ikuti sekarang.
Spurs Timbang Langkah untuk Micky van de Ven
Nama Micky van de Ven bukan nama yang asing di telinga penggemar. Semua tahu betul kalau pemain ini adalah salah satu bek terbaik yang mereka miliki. Namanya juga sering disebut sebagai salah satu yang terbaik di kompetisi ini. Tapi di mata penggemar dan sepertinya pemain ini, sepertinya bakat yang dia miliki dirasa masih belum dioptimalkan dengan baik. Di matanya, Spurs dianggap belum memberikan kesempatan yang dia perlukan untuk benar-benar menunjukkan kemampuan hebat yang dia miliki. Padahal dari segi usia dan seperti yang ditunjukkan oleh statistik bermainnya, pemain ini sebenarnya sedang berada di puncak masa keemasannya.
Pemain yang masih berusia 24 tahun ini telah berjuang sejak lama untuk bisa tampiml menonjol. Usianya yang muda bukan jadi ganjalan bagi pemain ini untuk bisa bangkit menyerang dari belakang ketika dihadapkan dengan tekanan dari lawan mereka. Tapi kondisi tim membuatnya tak bisa bermain sebaik yang diharapkan. Keputusan Thomas Frank untuk memasangkannya dengan Cristian Romero membuat pemain ini merasa kurang nyaman untuk bermain. Ada banyak kesempatan yang seharusnya bisa digunakannya dengan baik untuk menciptakan ruang dan mencetak gol, tapi tidak semuanya bisa dikonversi menjadi gol.
Kontrak Micky van de Ven baru akan berakhir di musim panas 3 thaun dari sekarang. Tottenham masih punya waktu banyak utnuk mengambil langkah mereka. Tapi pembahasan kontrak baru yang masih mandek membuat sepertinya sekarang akan cukup logis kalau mereka mempertimbangkan opsi untuk mencari pemain alternatif. Situasi di sekitar pemain bek ini harus menjadi perhatian merke. Pemain bek ini sudah beberapa kali harus kembali ke ruang perawatan. Total ada 36 pertandingan di EPL saja yang sudah dilewatkannya dalam 2 musim terakhir. Penggemar memberikan catatan khusus mereka kepada pemain ini setelah dianggap terlalu sering mengalami cedera. Beberapa cedera bahkan sudah terjadi lebihd ari 1 kali.
Tapi, minat masih berdatangan untuk pemain ini. Masih ada beberapa tim yang sepertinya tidak terlalu terganggu dengan isu ini. Ada Real Madrid dan Liverpool yang menganggap kalau pemain Spurs ini masih bisa mereka kembangkan dengan baik. Tapi dengan sisa kontrak yang masih cukup panjang, cukup masuk akal kalau Spurs kemudian membuat angka patokan mereka cukup tinggi. Dana ini bisa merkea gunakan untuk mendapatkan pemain lain. Tim ini memang sedang butuh beberapa pemain dengan spesialisasi khusus untuk bek tengah, posisi yang masih sering rentan.
Bukan hanya penggemar yang menaruh perhatian pada Micky van de Ven. Beberapa pengamat sempat melontarkan kritik kepada pemain ini. Namanya menjadi atensi publik ketika dia menolak uluran tangan dari Thomas Frank. Momen ini terjadi ketika mereka kalah melawan Chelsea di bulan November yang lalu. Tak hanya harus menahan malu karena kalah 0-1 dari pertandingan ini, fans Spurs dibuat khawatir kalau hubungan yang retak antara dua orang ini bisa merembet ke pemain lain dan membuat permainan mereka semakin merosot.
Beberapa pengamat beranggapan kalau Thomas Frank mungkin tak bisa mengendalikan atmosfer di ruang ganti. Memang situasi yang sebenarnya masih perlu dipastikan, tapi seperitnya ada beberapa pemain lain yang juga mengalami masalah yang sama. Masalah yang awalnya hanya terjadi dengan Micky van de Ven sekarang mulai merambat ke beberapa pemain lain.
Cristian Romero mengungkapkan permintaan maafnya kepada penggemar di Instagram setelah mereka kalah 2-3 dari Bournemouth di hari Rabu. Dia mengucapkan kalau pada momen seperti ini, ada baiknya orang muncul ke permukaan dan menyampaikan fakta. Tapi yang seringkali terjadi adalah orang-orang hanya akan berbicara jika semua situasi berjalan dengan mulus. Pria asal Argentina ini mungkin tidak menyebut langsung nama Thomas Frank, tapi jika pelatih kepala ini tidak bisa mengendalikan pemainnya di ruang ganti, ada spekulasi kalau dia tidak akan bisa bertahan lebih lama di Spurs.
