Manchester City dan Pep Guardiola kembali menjadi sorotan publik dan media. Manchester City sempat awalnya diragukan akan bisa unggul dalam musim ini. Permainan mereka yang merosot tajam di awal musim membuat banyak orang ragu kalau mereka bisa kembali percaya pada pelatih asal Catalan tadi. Tapi pertandingan mereka dengan Arsenal di Piala Carabao atau EFL membuktikan kalau pelatih Manchester City ini bukan sosok yang biasa. Dia berhasil membuktikan di tengah pesimisme publik kalau Cityzens tetap tim yang tidak bisa dianggap remeh. Pemain The Gunners menjadi bukti terbaru kalau mereka tetap bisa menang di Piala EFL meski harus dihadapkan dengan tim elite sekelas Arsenal.
Kemenangan Manchester City atas Arsenal di Mata Pep Guardiola
Pengatur strategi Manchester City, Pep Guardiola, paling banyak menerima sorotan setelah Manchester City berhasil menang atas Arsenal. Banyak orang sempat meragukan kalau pelatih asal Catalan ini akan bisa mempertahankan reputasinya sebagai pelatih sepakbola terbaik di era modern. Tapi kemenangan mereka dari Arsenal dalam final Piala Carabao membuktikan kalau dia masih layak menyandang gelar ini. Tapi kalau bicara pribadi, pelatih Manchester City ini memandang kemenangan mereka di final Piala EFL semakin istimewa karena lawan yang mereka harus hadapi adalah Arsenal.
Sebelum dua tim besar ini bertemu, The Gunners paling banyak diunggulkan untuk bisa mengakhiri perjalanan di Carabao sebagai pemenang. Fans Arsenal percaya kalau mereka bisa menggulung Cityzens dengan mudah ketika dua tim ini bertemu di Wembley. Tapi 90 menit pertandingan justru menyingkap pemandangan menyakitkan. The Gunners justru dibantai dalam pertandignan ini. Sampai detik terakhir, mereka gagal mencetak gol. Sementara Manchester City berhasil mencetak 2 gol dari hanya satu pemain, Nico O’Reilly. Meski sempat mandul di babak pertama, tapi dua gol sekaligus di babak kedua sudah bisa memastikan mereka dinyatakan sebagia juara kompetisi. Dengan hasil ini, Arsneal mungkin akan masih bisa melaju ke babak semifinal Piala FA dan LIga Champions. Seandainya mereka tak gagal dalam partai final Carabao, fans mereka bermimpi untuk bisa melihat tim kesayangannya mengangkat 4 trofi juara.
Pandangan Pep Guardiola usai Menang Lawan Arsenal
Di mata Pep Guardiola, kemenangan ini bukan sekadar menang dan menjadi juara di Piala EFL. Pelatih Manchester City ini bersikukuh kalau kemenangan yang mereka dapatkan di Wembley semakin istimewa, berbeda dari pertandingan lain. Dia menilai kemenangan ini sangat istimewa karena mereka akhirnya bissa mengungguli The Gunners, dengan semua keunggulan yang mereka tunjukkan dari awal musim.
Kepada media, pelatih asal Catalan ini mengatakan kalau kemenangan ini sangat berarti bagi mereka. Dia mengaku kalau setiap kompetisi memang sulit untuk dimenangkan. Dia juga mengaku kalau pertandingan melawan Arsenal ini tidak mudah. Seperti yang sempat mereka alami ketika melawan Barcelona dan Bayern Munich, Manchester City harus menghadapi tim elite di Eropa. Arsenal berhasil membuat permainan mereka terjepit di 15 menit pertama. Tapi perlahan-lahan mereka mulai mengetahui pola permainan Arsenal dan mulai bisa memlbangun serangan balik.
Dalam kacamatanya, mereka berhasil mendapatkan kemenangan luar biasa. Piala Carabao memang bukan Liga Primer Inggris dan juga bukan Liga Champions. Tapi tetap dalam sudut pandangnya, menang dari Arnsela dalam kompetisi ini membuat kemenangan ini menjadi sangat berarti. Pep Guardiola memang benar. Selain bersaing dengan Arsenal di Piala Carabao, Manchester City juga masih bersaing dengan mereka di LIga Primer Inggris. Kemenangan yang mereka dapatkan di hari Minggu ini akan menjadi motivasi kuat bagi semua pemain Manchester City utnuk beberapa minggu terakhir di musim ini.
Kelemahan Arsenal Terkuak
Beberapa pengamat menyorot skuad Mikel Arteta terlihat kesulitan untuk menciptakan peluang untuk mencetak gol ketika harus bermain terbuka menghadapi lawan mereka. Tidak selamanya mereka juga kalah. Tapi ketika mereka bisa selamat dari bahaya, sering permainan mereka diselamatkan hanya oleh beberapa pemain kunci.
Pep Guardiola tampaknya menyadari kelamahan ini. Dia kemudian memanfaatkan dengan menghantam pos terdepan The Gunners sampai kewalahan. Di akhir pertandingan, Manchester City berhasil menguasai pertandingan dengan menguasai 62% bola dari awal sampai akhir laga. Kalau diperhatikan lebih teliti, Manchester City telrihat jarang menekan bagian belakang The Gunners. Mereka lebih memilih untuk mengumpan bola ke bagian tengah. Taktik ini memaksa Arsenal untuk meladeni permainan Manchester City di bagian tengah dan sayap.
Kelemahan seperti ini akan menjadi titik fatal bagi The Gunners. Ketika Manchester Citu berhasil mengeksploitasi kelemahan ini, tim-tim lain bisa saja akan menggunakan pola yang sama dalam beberapa minggu terakhir di musim sekarang. Kalau saja tim-tim lain ini berhasil memanfaatkan momentum ini, kabar ini bisa menjadi mimpi buruk bagi The Gunners. Harapan mereka untuk bisa menjuarai paling tidak Liga Primer Inggris akan berakhir begitu saja. Padahal mereka sudah menunggu sangat lama untuk mendapat trofi ini.
Dari sisi Manchester City, selama masa tugasnya di Inggris, Pep Guardiola telah membangun reputasi globalnya sebagai pelatih sepakbola terbaik di dunia modern. Bersama Manchester City,d ia telah membantu mereka memenangkan 6 Liga Primer Inggris. Jumlah ini masih diikuti dengan 1 kali juara di Liga Champions, 2 Piala FA, dan terakhir 5 Piala EFL. Prestasi berlimpah semacam ini juga membantu pelatih asal Catalan ini untuk mendapat dukungan besar dari petinggi klub. Manchester City sukses mendapatkan dukungan untuk mendapatkan banyak nama besar dalam beberapa bursa terakhir.
Tapi beberapa pengamat menyoroti kemenangan mereka. Pep Guardiola bisa jadi terlihat publik berhasil mengantarkan Manchester City menjadi raksasa tak terkalahkan di Eropa. Tapi permainannya kalau diperhatikan beberapa kali sudah mengalami perubahan. Pelatih Cityzens ini beberapa kali terlihat harus menyesuaikan strategi bermain mereka. Perubahan ini terlihat jela terutama ketika mereka harus menghadapi rival berat seperti Liverpool ketika masih dilatih Jurgen Klopp dan Arsenal dengan Mikel Arteta. Manchester City mungkin bisa menang, tapi kemunduran permainan mereka di musim ini membuat penggemar khawatir tentang masa depan Cityzens. Pelatih asal Catalan ini mungkin yang terbaik yang pernah mereka dapatkan sampai sekarang. Tapi beberapa rumor menyebut kalau musim ini akan menjadi musim terakhirnya bersama mereka. Kalau saja dia memilih untuk berhenti di musim panas nanti, dia layak untuk mendapat tempat yang setara dengan Sir Alex Ferguson dan pelatih legendaris Eropa lain.
