Tottenham Hotspur akhirnya mengambil langkah tegas. Tim ini sempat mengambil langkah penting dengan mengikuti tren tim lain untuk mengganti pelatih. Nama Igor Tudor kemudian resmi diperkenalkan sebagai pelatih. Meski dari awal direncanakan hanya sebagai pengisi waktu sementara sampai mereka bisa mendapatkan pelatih permanen, tapi dampak kehadiran pelatih interim ternyata jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Sekarang, Spurs mau tidak mau harus mendengarkan kritik dari fans mereka yang sudah terlanjur kecewa dengan suara mereka yang tidak didengar dari awal. Sekarang, dengan waktu tersisa hanya beberapa minggu sampai bursa berakhir, tim ini akhirnya mengambil langkah penting lainnya. Mereka telah menemukan momen tepat untuk segera menghentikan kerjasama dengan pelatih interim.
Tottenham Hotspur Atur Rencana
Tottenham Hotspur harus mengakui kalau rencana awal mereka ketika menunjuk Igor Tudor tidak berjalan dengan mulus. Awalnya mereka mau mengikuti tren tim lain yang bangkit luar biasa ketika memecat pelatih lama dan mencari yang baru. Tapi Spurs rupanya tidak seberuntung tim yang lain. Di saat mitra-mitra mereka yang lain berhasil menang dan bangkit seperti yang terjadi dengan Manchester United dan Michael Carrick, Spurs rupanya tidak seberuntung itu. Penunjukan Igor Tudor untuk mengisi kursi pelatih interim langsung mendapat penolakan dari penggemar di awal kabar ini dipastikan. Sekarang, tim asal Inggris ini akhirnya telah menemukan momen yang tepat yang mereka akan gunakan untuk mengakhiri semuanya. Kabarnay Spurs akan menggunakan jeda laga internasional yang akan datang sebagai momen yang tepat untuk mengakhiri kontrak mereka dengan Igor Tudor.
Reputasi mereka sebagai salah satu tim elite asal Inggris kembali harus terlempar jauh di hari Minggu lewat. Permainan mereka kembali terpuruk, seolah tidak bisa memberi harapan kepada penggemar. Semua usaha yang dikerahkan permainan Spurs tak bisa memberi dampak apapun dalam pertandingan ini. Lawan mereka, Nottingham Forest, membuktikan kalau Spurs tetap tidak bisa melawan mereka meski menyandang status sebagai tim legendaris Eropa. Justru mereka harus rela kebobolan gol 3 kali sampai pertandingan berakhir. Sekali lagi, fans Spurs harus pasrah ketika mereka gagal mendapatkan tambahan poin.
Spurs mengakhiri minggu yang lalu dengan hanya menempati peringkat 17 di klasemen EPL. Posisi ini tak terhindarkan setelah mereka hanya bisa mendapatkan total 30 poin. Jumlah ini hanya 1 poin lebih banyak dari West Ham United yang berada persis di bawah mereka. Menurut jadwal, Spurs akan berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers dari peringkat buncit setelah jeda pertandingan internasional.
Catatan Buruk Igor Tudor
Spurs sudah terlanjur kehilangan banyak wajah di depan penggemar mereka. Pelatih interim mereka, Igor Tudor, membuktikan kalau kekhawatiran penggemar yang dari awal menolaknya memang benar. Dari awal kabar penunjukannya disampaikan, banyak fans langsung kecewa dan marah dengan keputusan ini. Sekarang semua harus menyaksikan ketika tim ini sudah kalah 5 kali, seri 1 kali, dan hanya 1 kali menang dalam 7 pertandingan yang dia dapatkan sejak mejadi pelatih mereka. Situasinya semakin parah karena 5 kali pertandingan yang gagal mereka menangkan sekarang menjadi alasan untuk meningkatkan tekanan tim untuk memecatnya.
Kabar yang kami peroleh dari beberapa media lokal menyebutkan kalau Tottenham Hotspur akhirnya mendengar tuntutan fans. Mereka sekarang sedang mempercepat agenda untuk melakukan perubahan di jeda pertandingan internasional nanti. Jeda pertandingan tingkat domestik akan mereka manfaatkan sebagai momen yang tepat untuk memberhentikan pria ini dari kursi penting mereka.
Siapa Kandidat Baru Pelatih Tottenham Hotspur?
Dengan waktu yang tersisa sekarang, Tottenham Hotspur tinggal punya 7 pertandingan lagi untuk mereka selesaikan sebelum kompetisi dinyatakan berakhir. Kalau saja mereka memilih untuk terus melanjutkan rencana ini, pelatih baru yang mereka pilih harus bisa memberikan dampak langsung dan segera. Mereka paling tidak berharap kalau pelatih baru akan bisa mengeluarkan mereka dari 3 posisi terendah.
Ada beberapa nama yang layak dipertimbangkan yang bisa memberikan mereka hasil ini. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, belakangan mendapat dukungan untuk kembali mengasuh timnya. Dukungan publik semakin bertambah setelah dia bersikeras kalau dia bersedia untuk mengambil tugas penting ini di awal bulan Maret silam. Tapi Spurs harus mempertimbangkan semuanya dengan hati-hati. Redknapp mungkin sudah cukup familiar dengan sistem dan karakter pemain Spurs. Tapi mereka tidak bisa mengabaikan kenyataan kalau pelatih berusia 79 tahun ini belum pernah melatih apapun sejak 2017.
Kalau Spurs benar-benar berniat untuk bangkit pada musim ini, tugas ini tidak akan mudah. Mereka harus sebisa mungkin mendapatkan jumlah poin maksimal dari semua pertandingan yang tersisa. Tiga pertandingan yang akan datanng akan menjadi pembuktikan terpenting. Pertandingan melawan Sunderland dilanjutkan dengan Brighton & Hove Albion serta Wolverhampton Wanderers akan menjadi harapan terbaik mereka untuk bisa mendulang poin maksimal. Sementara 4 pertandingan berikutnya akan membuat mereka berhadapan dengan Aston Villa dan Leeds United, dilanjutkan dengan Chelsea dan Everton. Empat pertandingan ini akan menjadi sangat sulit karena semuanya sedang berusaha untuk mengamankan tiket unktuk bisa bertarung di Liga Champions untuk msuim berikutnya.
Kalau mempertimbangkan perolehan poin sampai sekarang, West Ham diproyeksi bisa mengumpulkan total sampai 36 poin. Di posisi ini, menang sampai 2 pertandingan ke depan akan bisa membantu Tottenham Hotspur untuk bisa mengamankan posisi mereka setidaknya untuk Liga Primer di musim berikutnya. Tapi memang ini tidak akan mudah. Semua nasib Spurs akan sangat ditentukan dari selisih gol yang mereka dapatkan sampai musim berakhir.
Sedangkan bari Sunderland, mereka sudah berhasil mendapatkan poin saat menghadapi lawan-lawan berat seperti Manchester City, Liverpool, sampai iArsenal. Sedangkan Brighton & Hove Albion sampai Wolves juga berhasil mendapatkan poin saat melawan tim elite serupa. Dengan lawan seperti ini, Spurs harus bisa menemukan pelatih yang bisa mengarahkan mereka dengan optimal. Pelatih baru harus bisa membantu tim ini untuk tidak memandang remeh lawan-lawan mereka berikutnya.
