Barcelona bisa dikatakan sebuah tim sepakbola dengan kondisi yang menarik untuk dibahas. Tim sepakbola asal kota yang sama ini sudah lama berjuang dengan masalah keuangan yang membuat mereka tak bisa bergerak bebas. Berbagai upaya yang mereka lakukan sebenarnya sudah mulai berdampak. Tim ini beberapa kali berhasil mendapatkan pemain dengan kemampuan elite. Tapi sampai hari ini, mereka masih belum bisa dikatakan terbebas penuh dari masalah menahun ini. Kondisi pelik ini membuat mereka tidak bisa bergerak sebebas tim-tim besar lainnya dari wilayah benua biru. Di bulan Januari nanti, langkah mereka akan sekali lagi terbatas. Di tengah upaya mereka untuk mendapatkan pemain baru, Barcelona harus mempertimbangkan opsi melakukan barter, opsi yang sekarang sedang mereka pertimbangkan untuk Robert Lewandowski.
Barcelona dan Robert Lewandowski
AC Milan sedang berusaha untuk merayu Barcelona. Pemain legendaris yang sekarang tergabung dengan mereka, Robert Lewandowski, rupa-rupanya menarik atensi dari tim dengan reputasi global ini. Sejak pertama kali diumumkan sebagai pemain mereka, striker La Blaugrana ini terus membuktikan kalau dia adalah sosok pemain dengan kemampuan mematikan. Padahal kemampuannya sempat diragukan karena perkara usia sampai rekam medisnya yang dianggap berbahaya. Tapi di mata AC Milan, pemain Barcelona ini tetap sosok pemain dengan potensi mematikan yang luar biasa. Tak ingin pemain incarannya ini diambil tim lain, AC Milan berencana untuk menerapkan rencana yang sangat menarik di bulan Januari nanti untuk mendapatkan pemain ini.
Pemain yang sedang diincar oleh AC Milan ini memang bukan pemain sembarangan. Dia bergabung dengan Barcelona kurang lebih 3 tahun lalu di musim panas. Sebelum bergabung dengan mereka, pengalaman dan kemampuannya sudah teruji di Bayern Munich. Disana, dia mengumpulkan koleksi permainan dari 344 pertandingan bersama tim asal negeri panser ini.
Ratusan Gol dari Robert Lewandowski untuk Barcelona
Pemain kebangsaan Polandia ini terbilang sosok striker yang sangat mematikan. Dalam kurun hanya 3 tahun sejak bergabung, pemain ini telah memberikan 109 gol bagi mereka. Di musim ini saja, sudah ada 8 gol yang diberikannya bagi mereka. Tapi sayangnya, di tengah harapan besar penggemar untuk melihat jumlah gol mereka bertambah, musim ini kemungkinan akan menjadi musim perpisahan mereka.
Tanpa ada perkembangan signifikan dan mendasar, pemain yang sudah berusia 37 tahun ini akan mengakhiri kontraknya bersama mereka di tahun depan. Di musim panas nanti, dia akan menyandang status pemain bebas transfer. Untuk seorang pemain seperti dirinya, kesempatan ini ibarat momen emas yang terlalu manis untuk dilewatkan. Jendela seperti ini yang akan dicoba dimanfaatkan oleh AC Milan. Tapi mereka juga sebenarnya terbuka dengan kesempatan atau kemungkinan yang lain. Jika memang musim panas dianggap terlalu berisiko, tim asal Spanyol ini siap untuk mengeksekusi rencana mereka di bulan Januari.
Rencana Barter Diajukan AC Milan
Menurut kabar dari beberapa media lokal, AC Milan akan terbuka untuk mengajukan penawaran dalam bentuk barter. Mereka siap untuk menukar pemain mereka, Christopher Nkunku, demi bisa mendapatkan pemain Polandia ini. Dari kacamata mereka, langkah ini dianggap lebih masuk akal untuk bisa meyakinkan mitranya dari negara yang sama tadi.
Untuk bisa memberi gambaran lebih lengkap, Nkunku meninggalkan Chelsea di musim panas untuk bisa bergabung dengan Rossoneri dengan angka 38 juta poundsterling. Tapi keputusan mereka untuk menjadikannya pemain AC Milan justru berubah menjadi blunder. Sampai sekarang belum ada satu gol langsung atau tidak yang mereka dapatkan dari pemain ini.
Dari jejak karirnya, pemain berusia 28 tahun ini bergabung dengan The Blues setelah menimba pengalaman di RB Leipzig. Disana, dia dikenal sebagai pemain dengan kemampuan mematikan. Tapi cedera serius menodai perjalanannya bersama mereka yang sudah terjalin selama kurang lebih 2 tahun. Terlepas dari perjuangannya, Nkunku tetap dipandang banyak orang sebagai pemain dengan kemampuan teknis, irama, dan kelincahan yang sangat potensial. Barcelona bisa saja tergoda untuk menjadikannya pemain mereka, hanya jika pemain ini bisa menawarkan kualitas yang lebih baik di bagian depan.
Sementara bagi Robert Lewandowski, setelah menikmati karir yang luar biasa di Borussia Dortmund sampai terakhir kali di Barcleona, pemain ini bisa saja tergoda untuk pindah ke Italia. Negara baru bisa memberikannya tantangan yang baru sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun dari olahraga ini. Terlepas dari usianya, pemain Barcelona ini seolah tak menemukan kata cukup untuk mencetak gol. Permainannya terus berlangsung dengan konsisten, menandakan pemain ini masih siap untuk terus mencetak gol.
Bersama dengan kemampuan mencetak golnya, striker asal Polandia ini juga dibekali dengan pengalaman luar biasa di kejuaraan Eropa. Pengalaman ini bisa menjadi aset yang sangat berharga bagi AC Milan di tengah harapan tim untuk bisa menjuarai Scudetto di musim ini. Sedangkan bagi Barcelona, mereka sudah menunjukkan minat untuk merekrut Harry Kane sebagai kandidat pengganti Robert Lewandowski. Hanya saja striker asal Inggris ini mungkin takkan terlalu menanggapi tawaran untuk meninggalkan timnya sekarang.
Tapi segala sesuatu bisa terjadi dalam dunia sepakbola. Barcelona hanya perlu menemukan penawaran dalam jenis yang tepat untuk pemain mereka ini. Dengan reputasi yang mereka miliki sebagai tim sepakbola pada legenda olahraga ini, Barcelona bisa menawarkan sebuah pengalaman yang berbeda yang tidak akan bisa didapatkan di tempat lain. Memang, pada akhirnya tim ini akan dihadapkan pada keterbatasan mereka dari segi finansial. Jika muncul pesaing dalam rupa tim lain yang sama-sama berminat kepada Harry Kane, tapi dengan kemampuan keuangan yang jauh lebih baik., Xabi Alonso bisa saja menyampaikan salam perpisahan pada rencana mereka ini.
Seandainya memang ini yang terjadi, mau tidak mau Barcelona harus membangun rencana alternatif. Sayangnya hingga titik ini, belum ada informasi tentang pemain alternatif yang sedang mereka incar. Kondisi keuangan tim yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan penuh sekali lagi akan mempersempit ruang gerak mereka. Apalagi mereka juga harus mempertimbangkan gaji tahunan sampai bonus yang akan mereka berikan kepada si pemain baru.
