Liam Rosenior Ucapkan Perpisahan dengan Strasbourg

Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, menyampaikan pesan yang sangat intens setelah timnya ditahan imbang oleh Nice. Pertandingan terbaru mereka melawan Nice seharusnya menjadi pertandingan yang penuh dengan kenangan manis. Nama pria ini belakangan dicatut sebagai sosok yang paling berpeluang untuk meneruskan tugas yang ditinggalkan oleh Enzo Maresca di Chelsea. Tapi kesempatan yang seharusnya berakhir dengan baik di Strasbourg justru tidak bisa memberikan jawaban yang diharapkan penggemar mereka. Dengan dua tim masing-masing hanya bisa mencetak 1 gol dan mempertahankan posisi sampai akhir pertandingan, Nice dan Strasbourg harus mengakhiri pertandingan dengan mengoleksi masing-masing tambahan 1 poin. Tapi pertandingan ini tidak hanya dikenang karena hasil imbang untuk kedua tim, tapi juga pesan intens yang ditinggalkan oleh pelatih mereka.

Ucapan Perpisahan dari Liam Rosenior

Satu nama menghiasi pemberitaan beberapa media beberapa hari terakhir, Liam Rosenior. Pria yang masih menyandang status sebagai pelatih di Strasbourg ini menjadi pemberitaan karena digadang-gadang menjadi nama yang paling berpeluang untuk menempati kursi baru sebagai pelatih di Chelsea. Kondisi kedua tim ini yang sama-sama terkait dengan BlueCo membuat namanya mudah melesat sebagai kandidat terdepan untuk mengisi tugas penting ini. Banyak media langsung menyorotnya setelah kabar kalau BlueCo bertindak sebagai aktor utama di balik pemilihan ini. Momen yang terjadi dalam pertandingan terakhir Strasbourg juga tak luput dari pemberitaan.

Pelatih kelahiran Inggris ini sudah lama mengisi pemberitaan sejak Enzo Maresca memilih untuk meninggalkan Chelsea. Namanya disebut sebagai salah satu kandidat yang paling kuat untuk menggantikan mantan pelatih The Blues. Keputusan yang dibuat mantan pelatih Chelsea di hari pertama tahun ini memang menjadi kejuatan bagi banyak orang, terutama penggemar mereka. Tapi banyak pengamat yang menganggap kalau hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pasti ada rasa kecewa dalam diri Enzo Maresca setelah mereka hanya bisa menang 1 kali dalam 7 pertandingan terakhir. Tak tahan dengan situasi yang berkembang di Stamford Bridge, dia kemudian memilih untuk meninggalkan mereka.

Tekanan untuk BlueCo

Sekarang tekanan dan perhatian publik mengarah ke BluCo. Perusahaan ini berada di balik Strasbourg dan Chelsea sebagai salah satu pemilk mereka. Setelah Enzo Maresca memilih meninggalkan mereka, nama perusahaan ini otomatis menjadi sorotan. Langkah mereka dinanti dalam menentukan sosok yang akan menjadi pelatih The Blues berikutnya. Tapi mereka juga bisa mendapat sorotan dan tekanan luas dari publik seandainya saja benar mereka memilih Liam Rosenior untuk menjadi pelatih baru di Stamford Bridge. Memerintahkan pria ini untuk pergi dari posnya di Alsace untuk berangkat ke London barat akan mendatangkan kritik keras kepadanya. Tapi sampai sekarang masih ada beberapa rumor yang bertahan kalau mereka tidak langsung memupuskan kabar ini. Mereka masih mempertimbangkan dengan serius peluang untuk memindahkan pelatih berusia 41 tahun ini untuk segera menjadi pelatih berikutnya secara permanen di Stamford Bridge.

Pelatih yang pernah mengisi pengalamannya dengan bertuas di Hull City ini bisa saja telah mengakhiri perjalanannya bersama Strasbourg. Pertandingan melawan Nice bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk bersama mereka di klub ini. Jika benar tugas di Stamford Bridge akan menjadi babak baru dalam perjalanan karirnya, maka dia akan mengakhiri perjalanannya di Ligue 1 pada tahun ini. Total sudah ada 7 tahun waktu yang dihabiskannya bersama mereka, mengembangkan tim ini menjadi salahs atu yang paling berbahaya di kompetisi ini.

Pesan Penuh Emosi dari Liam Rosenior

Menurut informasi yang dikumpulkan beberapa media Eropa, Liam Rosenior diyakini telah menyampaikan salam perpisahan yang penuh emosi kepada Strasbourg. Salam perpisahan ini dia ucapkan kepada mereka setelah pertandingan terakhir di hari Sabtu lalu. Bertanding dengan Nice tidak langsung membuat mereka unggul. Justru 1 gol yang mereka cetak pada pertandingan ini hanya berhasil menahan laju lawannya. Pertandingan kemudian berakhir dengan skor 1-1 bagi kedua tim.

Pelatih yang sudah berusia 41 tahun ini muncul sebagai kandidat yang paling depan untuk mengisi pos yang telah ditinggalkan Enzo Maresca di Stamford Bridge. Dia juga mengakui ada pembicaraan yang sedang berlangsung tentang peran baru ini. Dalam sebuah kesempatan, pelatih Strasbourg ini menyampaikan pujiannya kepada tim asal Liga 1 ini. Dia juga memuji kota, penggemar, dan pemain sambil mengindikasikan kalau masa depannya masih harus dipastikan. Dalam pernyataan lengkap yang dia berikan, dia menyampaikan kalau Strasbourg adalah kota yang luar biasa indah dengan orang yang luar biasa dan klub yang luar biasa juga. Dia mengklaim kalau dia mencintai semua di kota ini termasuk para pemain mereka yang dianggapnya luar biasa. Dia kemudian menyampaikan harapan terbaiknya untuk tim ini sambil mengklaim kalau dia tidak tahu jika pertandingan ini akan menjadii yang terakhir baginya, karena dia sendiri tidak tahu semua hal yang bisa dan akan terjadi di dalam kehidupan.

Dia kemudian sempat menegaskan kalau belum ada hal pasti yang telah tercapai. Sementara komentarnya tentang topik ini kerap diartikan sebagai indikasi untuk pindah ke London barat. Dalam pandangannya, pembicaraan yang terjadi saat ini tidak lebih dari sekadar pembicaraan. Sementara tentang klub yang dibinanya sekarang, Strasbourg sedang menempati peringkat 7 di LIga 1. Tim ini telah menunjukkan perkembangan signifikan selama periode 6 bulan yang dijalani pelatih ini bersama mereka.

Upaya penunjukan Liam Rosenior untuk mengisi peran di Chelsea menunjukkan langkah strategis yang dilakukan oleh Todd Boehly dan Behdad Eghbali untuk mempertahankan keberlanjutan ddalam struktur sepakbola mereka yang lebih luar. Mengingat Strasbourg juga klub mitra dari Chelsea, transisi ini diperkirakan akan bisa berjalan dengan sedikit lebih mulus dibandingkan daripada menunjuk pelatih lain dari luar mereka di pertengahan musim. Memang direksi tim mereka pasti telah mempertimbangkan beberapa nama untuk tugas ini. Beberapa nama sempat diungkit seperti John Terry, Roberto de Zerbi, dan Francesco Farioli, tapi filosofi bermain taktis Liam Rosenior dan kedekatannya dengan grup yang memiliki kedua tim membuatnya tampil sebagai kandidat yang paling diunggulkan untuk peran ini.

Mantan pelatih Hull City ini seandainya mendapatkan tugas ini akan menjadi pelatih permanen kelima di bawah kepemilikan yang baru setelah kepergian Enzo Maresca, Mauricio Pochettino, Graham Potter, dan Thomas Tuchel. Untuk sementara, pelatih akadem imereka, Calum McFarlane telah ditugaskan untuk memimpin tim ini untuk pertandingan mereka di lEPL melawan Manchester City di hari Minggu.