Publik dan penggemar dibuat penasaran tentang langkah berikutnya yang akan diambil oleh Tottenham Hotspur. Dari awal, banyak orang berharap kalau Spurs akan bisa mengambil langkah serius dan terukur untuk memastikan tim ini bisa terus melangkah ke depan. Tapi strategi yang digunakan Thomas Frank di kursi pelatih membuat mereka semakin ragu kalau tim ini benar-benar sedang melangkah seperti yang mereka harapkan. Sekarang harapan dari penggemar terarah kepada orang-orang yang berada di jajaran atas klub. Seperti yang banyak terjadi belakangan ini, sebagian orang mulai berspekulasi kalau mungkin sekarang bisa jadi waktu yang tepat untuk mencoba pengalaman di hari-hari baru dengan pelatih baru.
Publik Menunggu Keputusan Tottenham Hotspur
Penggemar dan publik sepakbola masih dalam penantian mereka dengan Spurs. Semua menanti keputusan yang akan diambil oleh tim ini. Posisi tim ini sekarang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang kenapa tim ini masih belum membuat keputusan tentang pelatih mereka. Sudah banyak rumor yang berseliweran, tapi belum ada langkah pasti dari Spurs tentang Thomas Frank yang banyak dikritik karena gaya bermainnya. Tapi beberapa sumber dan media yang kami temui menyebut kalau sebenarnya Spurs bukannya belum mengambil langkah sama sekali. Klub memang belum memutuskan untuk memberhentikan pelatih mereka ini. Tapi saat berita ini kami sampaikan, beberapa media berspekulasi kalau sebenarnya mereka sudah mulai mencari kandidat alternatif yang tepat untuk peran penting ini.
Banyak orang menganggap kalau sepertinya Spurs belum menganggap kondisi ini sebagai situasi krisis. Padahal sudah ada terlalu banyak bukti kalau tim ini sedang berada dalam kondisi yang benar-benar darurat. Pertandingan terakhir mereka melawan West Ham United bisa dilihat sebagai contoh. Pertandingan ini sekali lagi harus membenturkan mereka dengan lawan yang lebih unggul. Akhir pertandingan kembali harus diwarnai dengan skor 1-2. Hasil ini kontan membuat posisi Thomas Frank semakin terpojok.
Kekalahan ini membuat situasi Tottenham Hotspur semakin sulit. Kalah dari West Ham United membuat mereka terpojok berada di peringkat 14 di klasemen Liga Primer Inggris. Akumulasi 27 poin yang mereka dapatkan sampai sejauh ini dari 22 minggu pertandingan membuat mereka tidak bisa berbuat banyak. Jumlah gol yang minim dan risiko terdongkel ke zona degradasi membuat banyak penggemar mulai menekan petinggi Spurs untuk emngambil keputusan tegas untuk memberhentikan Thomas Frank.
Masih Seumur Jagung
Seandainya saja waktu beberapa minggu ini akan menjadi akhir perjalanannya dengan Spurs, Thomas Frank harus berhadapan dengan situasi pahit. Perjalanannya bersama mereka baru seumur jagung. Tim ini baru saja mengambil keputusan untuk menunjuk pria berdarah Denmark ini sebagai pelatih mereka di musim pana tahun lalu. Sebelum mengemban tugas ini, dia sempat menjabat peltih di Brentford. Tapi rasa optimis yang mereka miliki saat pertama menunjuknya sebagai pelatih ternyata tidak bisa bertahan lama. Periode kurang lebih 6 bulan yang sudah mereka jalani bersama sekali lagi menegaskan kalau masalah tim ini sepertinya tidak hanya sebatas pada pelatih yang mereka tunjuk.
Sepertinya orang-orang yang berada di jajaran atas klub mulai menyadari situasi ini. Di hadapan publik, mereka memang seperti terlihat tidak atau belum mau mengambil langkah apapun. Tapi di balik layar, mereka sudah mengambil tindakan. Ada beberapa opsi alternatif yang sedang mereka pertimbangkan sebagai langkah mitigasi untuk kondisi yang mereka hadapi sekarang. Memang ada opsi untuk mempelajari kembali kerjasama mereka dengan Thomas Frank. Tapi setidaknya untuk sekarang, belum semua petinggi sepakat kalau sekarang menjadi waktu yang tepat untuk memutus kerjasama dengan pria ini.
Mengambil keputusan untuk mengganti pelatih di pertengahan musim memang tak pernah sebuah keputusan yang mudah. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang oleh sebuah klub. Mengganti pelatih memang bisa menawarkan arahan yang segar dan peluang untuk bisa bermain dengan lebih optimal. Tapi ada banyak masalah menanti kalau langkah ini dilakukan dengan minim pertimbangan. Salah satu masalah yang siap menghadang mereka adalah pengganti yang tepat, yang sesuai dengan harapan mereka bisa saja belum tersedia untuk sekarang.
Memang ada beberapa nama pelatih yang sedang tak bertugas sekarang. Xabi Alonso bisa menjadi kandidat setelah berhenti dari tugasnya sebagia pelatih di Real Madrid. Tapi tak selamanya seorang pelatih yang baru saja dipecat akan langsung memilih untuk kembali bertugas. Ada banyak contoh ketika mereka justru memilih untuk mengasingkan diri sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk melangka kembali di peran serupa. Ada juga pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, yang bisa jadi pertimbangan. Pria ini memang masih menjalankan tugasnya di sana. Tapi relasinya yang memburuk dengan petinggi klub di Selhurst Park membuatnya mungkin akan segera kehilangan perannya. Tapi banyak orang dari internal mereka yang meragukan ini terjadi. Keraguan ini tak terlepas dari gaya bermainnya yang lebih sering menekankan pada upaya bertahan. Selain itu, pendekatan taktisnya juga dianggap akan kurang bisa diterima oleh penggemar Tottenham Hotspur.
Siapa Kandidat Pelatih Baru Tottenham Hotspur?
Penggemar Spurs sudah cukup lama menyinggung tentang Thomas Frank, yang mereka anggap tak selalu sejalan dengan visi dan identitas dari tim ini. Banyak penggemar SPurs yang menganggap kalau pendekatan pelatih ini yang menekankan pada upaya bertahan tak sejalan dengan identitas tim ini yang menekankan pada usaha menyerang.
Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, bisa saja menjadi kandidat yang sesuai jika memang memandang perspektif ini. Sejak bersama mereka, dia cukup sering menggunakan pola bermain menyerang dan agresif. Tottenham Hotspur bisa saja langsung menggaetnya di akhir musim ini mengingat kontraknya juga akan berakhir pada waktu yang sama. Kecuali jika ada kesepakatan baru yang muncul di pertengahan jalan antara dia dengan Bournemouth, Spurs bisa saja langsung mengambil langkah cepat dan merebutnya di tengah jalan.
Memang karirnya sebagai pelatih tidak mulus. Ada banyak orang yang mengkritiknya tentang strateginya saat mereka bermain tanpa bola. Banyak orang yang mengkritiknya karena dianggap membiarkan pertahanan mereka sangat lemah, terutama di musim ini. Tapi sebenarnya ini bukan sepenuhnya kesalahan pelatih ini. Bournemouth harus memutar otak ketika dua pemain mereka di bagian bek tengah, Illia Zabarnyi dan Dean Huijsen harus absen akibat cedera. Mau tidakk mau, mereka harus berlaih ke bek kiri Milos Kerkez dan Kepa Arrizabalaga di posisi kiper untuk menekan risiko pertahanan yang memburuk.
Pelatih asal Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, juga sempat beberapa kali dilirik media. Pelatih berusia 32 tahun ini mungkin terlihat kurang berpengalaman kalau berurusan dengan kompetisi elite sekelas EPL, tapi gaya bermainnya dianggap sangat menarik termasuk di mata banyak kritikus.
