Penggemar Tottenham terus menyuarakan permintaan mereka agar perubahan besar dilakukan dalam tubuh tim ini. Dari beberapa bulan yang lalu, banyak penggemar yang menyuarakan tuntutan agar ti ini langsung memberhentikan Thomas Frank dari posisinya sebagai pelatih. Performa tim yang jeblok membuat penggemar merasa kecewa sekaligus frustasi. Sekarang, setelah menyelesaikan semua aktivitas mereka di bursa transfer, para fans mungkin akan segera mendapatkan jawaban mereka. Rumor yang berhembus menyebut kalau direksi tim sudah mulai menyadari tuntutan ini. Meski belum ada pernyataan resmi, mereka sepertinya akan memberikan 1 pertandingan lagi sebagai penentu kelanjutan pelatih ini bersama mereka. Di watu bersamaan, isu lain juga menyeruak ketika kandidat penggantinya sudah memberikan lampu hijau untuk membawa perubahan dalam tubuh Spurs.
Tottenham Siap Berpisah dengan Thomas Frank
Tottenham Hotspur akhirnya mengambil langkah serius dengan mendengarkan tuntutan penggemar mereka. Setelah sempat mengabaikan suara dari penggemar, Spurs dikabarkan akhirnya mempertimbangkan serius kemungkinan untuk berpisah dengan pelatih kepala mereka sekarang. Sama seperti yang disuarakan penggemar, alasan situasi tim yang memburuk di semua pertandingan yang mereka ikuti menjadi pertimbangan utama bagi mereka untuk akhirnya menempuh jalan ini.
Tim ini sebenarnya masih mendapat dukungan dari penggemar. Fans masih percaya kalau Spurs bisa bangkit. Pengalaman mereka yang pernah memenangkan kejuaraan Liga Eropa membuktikan kalau tim ini bisa menjadi juara asalkan dikelola dengan tepat. Tapi di tangan Thomas Frank, yang mereka dapatkan justru sebaliknya. Sekarang tim ini sedang berjuang untuk bisa segera kelaur dari zona bawah klasemen Liga Primer Inggris. Tugas besar harus mereka selesaikan setelah mereka hanya bisa menyelesaikan musim yang lewat dengan emenampati peringkat 17. Peringkat yang sangat minim dari musim lalu seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga untuk musim ini. Tapi sekarang pun mereka tidak bisa memberikan jawaban lebih baik yang diharapkan penggemar.
Arahan yang diberikan pelatih mereka sekarang rupanya tidak banyak membantu tim ini dalam menghajar lawan-lawan mereka. Justru rival mereka banyak yang dengan mudah menggilas permainan Spurs. Dalam pertandingan terakhir melawan Manchester United, Spurs kembali harus menelan kekalahan setelah gagal mencetak gol sama sekali dalam pertandingan di hari Sabtu sore ini. Kalau melihat catatan pertandingan mereka dari awal musim, tim ini hanya pernah menang 1 kali dalam 10 pertandingan terakhir mereka yang tersebar di semua kompetisi. Kalau melihat lebih jauh dari 16 pertandingan terakhir, tim ini juga hanya bisa menang 2 kali. Jumlah kemenangan yang sangat minim ini langsung otomatis memaksa mereka untuk hanya bisa menempati peringkat 15 dari klasemen EPL. Peringkat ini memang lebih baik dari akhir musim lalu, tapi tidak bisa menjadi pembenaran untuk mempertahankan Thomas Frank.
Ancaman Serius untuk Tottenham
Spurs sedang berada dalam ancaman yang sangat serius. Di satu sisi, kinerja mereka sedang merosot tajam. Ketika tim ini masih terus bergulat dengan perubahan yang dijanjikan, lawan-lawan mereka justru mengalami peningkatan performa. Kebangkitan dari West Ham sampai membuat mereka harus menempati peringakt bawah. Dengan peringkat mereka sekarang, Spurs hanya menyisakan 6 poin aman dari zona degradasi. Kalau perubahan besar yang dijanjikan tidak terwujud, mereka harus berjuang mati-matian agar tidak tersungkur ke Championship.
Ketika bergabung menjadi pelatih, banyak penggemar menaruh harapan besar pada Thomas Frank. Tapi rupanya reputasinya sebagai pahlawan di Brentford tidak banyak membantu. Justru banyak orang mencapnya sebagai otak di balik kekalahan mereka di semua kompetisi. Kalau menghitung sejak pertama musim sekarang berjalan, ada 37 pertandingan yang sudah mereka jalani bersama. Tapi dari semua pertandingan ini, mereka hanya bisa mendapat 3 poin penuh dari 13 pertandingan. Angka ini menunjukkan kalau sebagai pelatih, dia hanya bisa mengamankan tingkat kemenangan sekitar 33%, sangat rendah kalaud ibandingkan dengan pelatih yang lain.
Tottenham Segera Putuskan Nasib Thomas Frank
Persentase yang sangat rendah ini akhirnya menjadi atensi serius dari Spurs. Sekarang mereka berencana untuk memotong peran Thomas Frank sebagai pelatih. Belum ada informasi resmi yang dirilis Spurs tentang rencana ini. Tapi merkea akan menggunakan pertandingan berikutnya sebagai kesempatan terakhir untuk pelatih sekarang. Pertandingan ini akan menjadi penentu kalau memang mereka akan terus melanjutkan kerjasama ini atau tidak. Perjalanannya sebagai pelatih di Spurs akan ditentukan dari pertandingan kandang mereka berikutnya di Liga Primer. Penggemar akan menjadi saksi dari pertandingan melawan Newcastle United yang akan diselenggarakan pada hari Selasa malam.
Informasi ini sudah mulai beredar ke banyak media. Pertandingan ke-26 bagi Spurs di musim ini akan menjadi titik nadir bagi pelatih kelahiran Denmark ini. Hasil buruk atau kalah yang merkea dapatkan dari pertandingan ini akan menjadi penentu akhir perjalanannya di Stadion Tottenham Hotspur. Kabar ini langsung menegaskan satu hal. Pada akhirnya, Spurs mau mendengarkan suara penggemar. Sekarang Thomas Frank telah memasuki masa-masa kritis perjalanannya bersama klub dari bagian utar aibukota negara Inggris ini. Banyak orang dan penggemar yang sudah terlanjur merasa kecewa dengan performa buruk tim ini. Mereka kecewa karena terakhir kali tim kebanggaan mereka menang adalah di penghujung tahun lalu. Melawan Crystal Palace menjadi momen terakhir mereka menang.
Kalau saja Spurs mengambil langkah serius dengan memecat pelatih berusia 52 tahun ini setelah pertandingan melawan Newcastle United nanti, penggemar bertanya-tanya tentang nama sementara yang akan ditunjuk untuk bertugas sebagai pelatih. Kemungkinan Spurs akan bergantung pada salah satu staf Thomas Frank untuk tugas ini. Belum ada nama pasti yang dirilis, tapi kandidat yang paling mungkin untuk mendapatkan tugas ini adalah Johnny Heitinga. Seperti Michael Carrick, dia yang mungkin akan diberikan tugas ini untuk membina tim utama sampai musim sekarang berakhir.
Ada juga kemungkinan lain yang bisa terjadi. Spurs bisa saja menunggu paling tidak sampai bulan Juli nanti. Setelah Piala Dunia 2026 berakhir, mereka bisa saja memanggil kembali Mauricio Pochettino, pelatih yang dulu mereka berhentikan. Pengalamannya menurut banyak penggemar akan menjadi aset berharga untuk bisa kembali membangunkan tim ini dari tidurnya. Harapan penggemar sempat muncul karena di beberapa kesempatan, pelatih yang sekarang bertugas di tim nasional Amerika Serikat ini sempat memberikan lampu hijau setelah ditanya tentang rumor kembali ke Spurs.
Kondisi Spurs memang sedang tidak baik-baik saja. Kalau dibandingkan dengan 5 tim di peringkat paling atas, mereka tersudut jauh dengan 15 poin yang harus dikejar. Peluang mereka untuk lolos kualifikasi UCL juga dipastikan semakin menipis. Tottenham nyaris tidak punya kesempatan untuk melaju ke kejuaraan tingkat regional di musim yang baru kecuali jika mereka entah bagaimana caranya menang di EPL musim sekarang.
Kalau tidak disertai perubahan mendasar, Spurs harus bersiap untuk terjun bebas ke zona degradasi. Situasi yang mereka hadapi sekarang membuat isu ini tidak bis dikesampingkan begitu saja. Spurs sudah memberikan kesan ini sejak mereka tampil dengan sangat buruk pada musim ini bersama Thomas Frank. Kalau memang mereka ingin membangkitkan kembali tim ini, semua pihak yang terlibat dalam klub harus mengambil pendekatan terukur untuk memastikan hasil yang tercapai sesuai rencana.
Tentang Mauricio Pochettino, Spurs harus hati-hati. Mereka sampai sekarang belum akan bisa berharap mantan pelatihnya ini untuk kembali. Pochettino akan lebih dulu fokus untuk mengarahkan tim nasional Amerika Serika untuk pertandingan emreka di Piala Dunia 2026. Tapi setelah turnamen ini selesai, sudah ada pesan jelas kalau memang dia tertarik untuk kembali membina mantan timnya ini.
