Enzo Maresca menjadi perhatian publik ketika mantan pelatih The Blues ini mengambil keputusan penting di hari pertama tahun 2026. Setelah mengambil beberapa waktu, pria ini akhirnya mengambil keputusan dengan meninggalkan Chelsea. Penggemar dan pengamat terkejut, meski beberapa sebenarnya bisa memahami alasan di balik keputusan besar ini. Sekarang, beberapa hari setelah keputusan besar ini diambil, muncul teori tentang hal yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa besar ini. Tak hanya sekadar berfokus tentang yang menjadi asumsi liar publik, teori ini diklaim memberikan gambaran lebih lengkap tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi hingga berujung pada keputusan pelatih The Blues ini untuk langsung meninggalkan Stamford Bridge.
Teori yang Berkembang tentang Enzo Maresca
Kabar tentang Enzo Maresca yang berhenti dari posisinya di The Blues menarik perhatian banyak orang, tak terkecuali para pengamat. Beberapa pengamat mengakui kalau belakangan memang ada selentingan yang menyebutkan kalau pelatih ini sempat dilirik oleh Manchester City untuk menjadi pengganti dari Pep Guardiola. Tapi seandainya saja kabar ini benar, The Blues seharusnya tidak langsung menjadikannya alasan terbesar mereka untuk menghentikan kerjasama dengan pelatih ini.
Pelatih berdarah Italia ini sudah menghabiskan beberapa hari sejak mengambil keputusan besar untuk keluar dari Stamford Bridge. Keputusannya untuk tidak lagi menjadi pelatih di Chelsea langsung menarik perhatian, apalagi tim ini adalah juara bertahan dari Piala Dunia Antarklub yang diselenggarakan pada tahun lalu. Keputusannya untuk tak lagi bekerja di Stamford Bridge juga diambil hanya beberapa hari setelah pria yang sama tidak meladeni permintaan untuk melakukan wawancara pasca pertandingan. Padahal sudah ada banyak awak media yang siap melontarkan pertanyaan setelah mereka ditahan imbang oleh Bournemouth dengan skor 2-2. Meski diklaim sedang sakit sehingga tidak bisa ikut dalam sesi wawancara ini, banyak orang justru makin berspekulasi liar tentang pelatih ini.
Namun, belakangan dilaporkan kalau Enzo Maresca punya alasan sendiri sebelum mengambil keputusan ini. Dia mempertimbangkan kalau masa depannya bersama mereka tidak akan mengarah ke jalan yang baik setelah relasi dengan para pemegang kepentingan tidak berjalan dengan baik. Dia bahkan merujuk relasi mereka ini sebagai 48 jam terburuk dalam sebuah komentar yang diunggahnya di bulan Desember yang lalu.
Spekulasi tentang Enzo Maresca
Pada waktu yang kurang lebih bersamaan, Enzo Maresca dikabarkan sebenarnya telah menjalani beberapa kali sesi dialog dengan Manchester City. Keduanya membahas kemungkinan bagi mantan pelatih Chelsea ini untuk menjadi pengganti dari Pep Guardiola untuk menempati kursi pelatih kepala mereka. Opsi ini mereka buka seandainya saja pelatih berdarah Catalan ini memilih untuk tidak lagi bersama mereka di akhir musim ini. Memang kontraknya akan berakhir di penghujung musim. Sebenarnya masih ada banyak pihak yang berharap Man City untuk terus bekerjasama dengan pelatih ini. Tapi performanya yang merosot jauh di musim ini dibandingkan dengan musim lalu membuat muncul anggapan kalau mungkin akan lebih baik Man City mencari pengganti yang lebih baik.
Meski demikian, rumor kedekatan dengan Manchester City ini bukanlah faktor penentu yang membuat si pelatih dan Chelsea akhirnya memutuskan untuk berpisah haluan. Tapi dari informasi yang kami dapatkan dari beberapa sumber, disebutkan kalau sebenarnya pelatih berusia 45 tahun ini tak terlalu disukai oleh beberapa orang yang menghuni jajaran petinggi klub.
Pandangan tentang yang Sebenarnya Terjadi
Seorang pengamat sepakbola Eropa mengatakan kalau dia beranggapan tugas baru di Manchester City memainkan peran besar dalam keputusan yang diambil oleh Enzo Maresca. Tapi tentang detil sebenarnya yang terjadi di balik keputusan ini, tidak ada yang tahu persis. Selalu ada kemungkinan yang bisa terjadi. Selalu ada pertanyaan yang muncul di benak. Apakah pelatih yang sama akan tetap bertahan di Chelsea seandainya saja dia tidak diminta untuk pergi? Bisa saja. Dia juga menekankan kalau ketika seorang pelatih mencoba menggunakan perspektif sebagai pelatih ketika berbicara dengan petinggi klub, akan ada orang-orang yang tidak suka.
Dalam pandangannya, yang sebenarnya terjadi melibatkan topik yang lebih luas. Yang sebenarnya terjadi mungkin tak diinginkan oleh klub untuk menjadi konsumsi publik. Klub-klub sepakbola tak ingin kalau pelatih mereka memiliki terlalu banyak kuasa, terutama untuk menentukan skenario rekrutmen pemain. Tak hanya terjadi pada Enzo Maresca dan yang dirumorkan juga terjadi dengan Ruben Amorim, tapi dalam pandangannya hal semacam ini sudah terjadi di masa lalu. Brendan Rodgers yang sempat menjadi pelatih di Celtic juga sempat harus berhadapan dengan masalah pelik ini. Jadi sebenarnya meski hal ini harus diakui sebagai kendala besar dan penghambat sebuah tim untuk maju, masalah ini sebenarnya bukan tergolong hal baru.
Masih dalam pandangan pengamat yang sama, hal ini sebutnya sangat sering terjadi ketika seorang pelatih tidak bisa lagi menjalankan tugasnya sebagia pelatih. Ini alasan banyak pelatih merasa kecewa karena peran ini justru dilucuti dari mereka. Tim hanya akan menyampaikan kalau mereka akan memberikan pemain kepada pelatih. Tapi yang menjadi masalah adalah pemain yang datang adalah mereka yang tidak sesuai dengan gambaran dan rencana dari pelatih. Menurutnya, publik menuntut alasan yang jelas dan sederhana tentang Enzo Maresca harus meninggalkan tugasnya. Apakah ini terkait dengan Man City? Rumor ini tidak bisa ditepis. Hal semacam ini mungkin tidak akan terjadi lagi dalam jangka waktu lama. Spekulasi bisa saja berkembang semakin liar, yang tak akan menjadi hal mengejutkan lagi. Tapi ketika orang-orang beranggapan kalau Chelsea tidak bersiap untuk mencari pengantinya, hal ini sebenarnya juga pernah terjadi. Jelas kalau tidak perlu alasan untuk mengeluarkan pelatih ini karena alasan loyalitas atau kurangnya loyalitas.
Hanya 5 hari berjalan setelah tahun baru dimulai dan baik Manchester United dan Chelsea telah berpisah dari pelatih mereka. Setan Merah memberhentikan Amorim dari tugasnya setelah relasinya dengan petinggi klub tidak berjalan dengan mulus. Untuk sementara, porsi pelatih diberikan kepada Darren Fletcher. Pria ini akan memimpin mereka sampai akhir musim atau sampai pelatih kepala yang baru ditunjuk. Selama periode ini, semua petinggi di Old Trafford akan mengerahkan upaya mereka untuk mencari pelatih yang baru. Enzo Maresca memang sempat dikabarkan akan dipertimbangkan untuk mendapatkan tugas ini. Tapi mengingat kemiripan dari alasan mereka keluar dari tim masing-masing, akan sangat mengejutkan jika Old Trafford menempuh jalan yang sama.
